Kategori2
Kategori
Selasa, 28 Februari 2012
Gelut Pathol
Ingatan apakah yang melekat ketika kita mendengar cerita tentang pesisir? Masyarakat yang keras, makanan yang pedas, dan mungkin ada juga yang berpikir mengenai kebiasaan orang pesisir yang berbicara dengan nada yang keras. Hal ini memang tidak selamanya buruk karena penilaian seperti itu akan menunjukkan betapa dangkalnya pemikiran kita mengenai budaya orang lain.
Tuban dengan kondisi geografis yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa (bagian timur), memiliki corak masyarakat yang identik dengan masyarakat pesisir lainnya. Sedikit bergeser dari pembicaraan corak masyarakat, di sini akan dipaparkan mengenai salah satu budaya yang kuat hubungan dengan masyarakat Tuban khususnya di wilayah pesisir, yaitu "Gelut Pathol". Di mana budaya ini dianggap sebagai suatu bentuk olah raga yang didominasi kekuatan otot manusia serta strategi untuk mengenali titik lemah lawan untuk memenangkannya.
Merupakan olahraga tradisional masyarakat Tuban yang tumbuh di sepanjang kawasan pesisir pantai utara., tepatnya di kelurahan kingking kabupaten Tuban. Olahraga trdisional gelut pathol merupakan olahraga khas masyarakat nelayan yang muncul akibat gangguan para perompak laut di Kabupaten Tuban. Keberadaan olahraga tradisional gelut pathol saat ini masih menjadi bagian dari masyarakat nelayan dalam sebuah acara sedekah laut atau pada hari-hari besar saja. Masyarakat mensyukuri hasil tangkapan ikan selama setahun dengan menggelar sedekah laut , dalam ritual ini tersaji atraksi budaya masyarakat pesisir , yaitu larung sesaji yang di arak terlebih dahulu kemudian ditaruh perahu gabus dan dibuang kelaut dansetelah larung saji diadakan gelut pathol. Bentuk gelut pathol sendiri di ambil dari namanya yang berarti perkelahian atau adu kekuatan otot yang dilakukan oleh dua orang dengan saling mengkaitkan tangan pada tali di pinggang masing-masing lawan sebagai pegangan untuk menjatuhkan lawan. Gelut pathol ini biasanya dilakukan di hamparan pasir pantai. Olahraga tradisional memiliki nilai historis, filosofi dan sportifitas yang cukup tinggi. Kita berharap pengembang/ investor dan pemerintah daerah khususnya agar olahraga tradisional menjadi sebuah asset daerah dari segi budaya olahraga tradisional maupun pariwisata. Tak lengkap wisata ke Tuban kalau tidak menyaksikan Gelut Pathol.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MIXPOD
Clock
SMS
Label
- Handycraft (3)
- Wisata Budaya (3)
- Wisata Goa (3)
- Wisata Kuliner (3)
- Wisata Pantai (3)
- Wisata Realigi (4)
Entri Populer
-
a. Batik tulis karang dikenal batik unik dengan kain juantiu yang sangat populer di masyarakat Tuban bahkan luar kota Tuban ...
-
Makam Ibrahim Asmara Qondhi terletak di desa Gesikharjo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban berjarak 8 km sebelah timur kota Tuban. Tercatat...
-
Pesona goa yang disulap menjadi pondok pesantren dengan memiliki daya tarik sendiri bagi para pengunjungnya. Dinamakan Pondok Pesant...
Buku Tamu
Klenteng
About Me
- wisatablog008
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar